35 Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Sepakati Konsesi Tambang dengan Catatan
Jogja Terkini Selasa, 30 Juli 2024 – 08:45 WIB
Sebanyak 35 Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah setuju dengan keputusan menerima konsesi tambang dari pemerintah.
BERITA KONSESI TAMBANG
-
Jogja Terkini Senin, 29 Juli 2024 – 18:30 WIB
7 Sikap Organisasi Masyarakat Sipil terkait Tambang yang Diabaikan Muhammadiyah
Organisasi masyarakat sipil membuat 7 pernyataan sikap menyangkut konsesi tambang bagi ormas keagamaan.
-
Jogja Terkini Senin, 29 Juli 2024 – 07:30 WIB
Janji Muhammadiyah Mengembalikan Konsesi Tambang Jika Banyak Keburukannya
PP muhammadiyah akhirnya mengikuti jejak Nahdlatul Ulama menerima konsesi tambang. Muhammadiyah berjanji akan mengembalikan IUP jika lebih banyak…
-
Jogja Terkini Minggu, 28 Juli 2024 – 18:34 WIB
Alasan PP Muhammadiyah Menerima Konsesi Tambang
PP Muhammadiyah akhirnya resmi memutuskan menerima tawaran pemerintah untuk mengelola izin usaha tambang. Ini alasannya.
-
Jogja Terkini Sabtu, 27 Juli 2024 – 14:15 WIB
Kecewa dengan PP Muhammadiyah, Massa Aksi Bakar KTA
Sejumlah aktivis sosial di Yogyakarta menuntut PP muhammadiyah menolak konsesi tambang.
-
Jogja Terkini Senin, 01 Juli 2024 – 06:01 WIB
IMM DIY Menilai Konsesi Tambang sebagai Upaya Adu Domba
IMM DIY merekomdasikan tiga poin ini kepada ormas keagamaan dalam merespons konsesi tambang.
-
Jogja Terkini Kamis, 13 Juni 2024 – 20:01 WIB
Begini Sikap Jaringan Gusdurian Soal Konsesi Tambang Ormas Keagamaan
Jaringan Gusdurian dengan tegas menolak kebijakan Jokowi yang memeberikan izin konsesi tambang kepada ormas keagamaan.
-
Jogja Terkini Minggu, 09 Juni 2024 – 20:15 WIB
PMKRI Jogja: Konsesi Tambang untuk Ormas Melanggar UU Minerba
PMKRI Yogyakarta menolak kebijakan pemerintah yang memberikan konsesi kepada ormas keagamaan untuk mengelola tambang.
BERITA TERPOPULER
-
Jogja Terkini Kamis, 03 April 2025 – 21:46 WIB
Arus Balik di Kabupaten Gunungkidul Mulai Ramai
Arus balik memasuki lebaran keempat di Kabupaten Gunungkidul mulai ramai. Pemudik dan wisatawan berbondong-bondong meninggalkan Jogja.