Sleman Jadi Lumbung Beras DIY, tetapi Alih Fungsi Lahan Bikin Target Produksi Menurun

Senin, 31 Oktober 2022 – 09:57 WIB
Sleman Jadi Lumbung Beras DIY, tetapi Alih Fungsi Lahan Bikin Target Produksi Menurun - JPNN.com Jogja
Ilustrasi - Lahan swah di Kabupaten Sleman. Foto: Humas Kementan

jogja.jpnn.com, SLEMAN - Kabupaten Sleman adalah pemasok beras terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Letak geografis Kabupaten Sleman yang dekat dengan Gunung Merapi ternyata membawa keuntungan karena berdampak pada suburnya lahan-lahan di sana.

Abu vulkanik dari Gunung Merapi yang masih aktif hingga saat ini membuat tanah menjadi subur sehingga cocok untuk sektor pertanian.

Selain itu, banyaknya sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi membuat daerah berjuluk Bumi Sembada itu tidak pernah kekurangan air untuk sawah.

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mencatat total produksi beras di daerah ini pada 2021 mencapai 254.423 ton gabah kering giling (GKG).

Akan tetapi, target produksi beras untuk tahun ini justru menurun, yakni hanya 249.770 GKG.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Suparmono menyebutkan alasan penurunan target produksi tersebut karena ada sejumlah faktor.

Salah satunya adalah perkembangan pembangunan di Sleman yang terus menggerus lahan pertanian sekitar 50-75 hektare per tahun.

Selama ini Kabupaten Sleman adalah pemasok utama beras di DIY. Namun, pembangunan yang berlangsung masif membuat Dinas Pertanian menurunkan target produksi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News